Software Engineer. Membangun software engine, sistem, dan infrastruktur di sekelilingnya.

Systems & Engine Development

Tentang

Software Engineer dengan fokus pada software systems dan engine development: mekanisme inti yang menyelesaikan masalah utama sebuah sistem, bukan cuma lapisan di atasnya.

Pola kerja gw sering mulai dari masalah, lalu model dan aturannya, kemudian engine yang menjalankan model itu. API, database, infrastruktur, dan interface menyusul sesuai kebutuhan sistem. Portfolio ini sendiri contohnya: engine ditulis dalam C, di-compile ke WebAssembly, tanpa framework atau library eksternal: bukan karena tidak bisa pakai, tapi karena memilih untuk tidak.

Wer rastet, der rostet.

Kamu tipe orang yang highlight teks untuk ngecek. Kita bakal cocok kerja bareng.

// how I build

  • JavaScript primary Interface layer untuk systems yang gw bangun: dari DOM murni sampai frontend framework saat memang diperlukan.
  • Python primary Automation, data pipeline, integrasi antar sistem: bahasa andalan untuk pekerjaan yang butuh kecepatan iterasi.
  • C / WebAssembly Compiled code untuk mekanisme kritis di mana presisi bukan pilihan tapi syarat.
  • Node.js API layer, real-time communication, service glue: bagian dari system setelah core mechanism-nya jalan.
  • Docker Deployment boundary: supaya system yang dibangun bisa hidup di environment manapun.
  • SQL / Database Persistence layer: schema design, indexing strategy, query optimization sebagai konsekuensi dari model data.
  • Large Language Models Kapabilitas tambahan dalam sistem: dipakai kalau problemnya memang butuh, bukan sekadar tren.
  • Linux / Systems Infrastruktur tempat system berjalan: server administration, networking, operational reliability.

Karya

Cara Saya Membangun

Kenapa sebelum bagaimana

Setiap sistem dimulai dari pertanyaan kenapa, bukan bagaimana. Kalau alasannya tidak jelas, implementasinya belum layak ditulis. Abstraksi yang salah lebih mahal daripada tidak ada abstraksi.

Batasan sebagai desain

Batasan teknis bukan penghalang: itu keputusan desain. Satu mesh di Ruang Rasa. Hard constraints yang tak pernah dipelajari di Scorpio Guard. Constraint yang disengaja memaksa solusi yang lebih tepat.

Bangun ulang kalau salah

Kalau modelnya keliru, implementation-nya dibuang: bukan diperbaiki setengah hati. Gw nggak takut menghancurkan kode sendiri kalau reasoning-nya sudah gak berdiri.

Pribadi vs profesional

Dalam proyek pribadi, gw bebas bereksperimen dan menguji batas. Dalam pekerjaan profesional, gw bekerja di dalam constraint organisasi: security-conscious, documented, reliable. Dua mode yang berbeda dengan standar yang masing-masing jelas.

Kontak

Tertarik bekerja sama, atau sekadar mau ngobrol tentang engineering yang disengaja: silakan.